Jumat, 07 November 2014

MUSEUM LOKASTITHI GIRI BADRA

Banyak masyarakat Purbalingga yang tidak mengetahui keberadaan mueum ini. Museum Lokastithi Giri Badra memang terletak di sebuah desa yang jauh dari pusat kota, tepatnya di Dukuh Pangebonan Desa Cipaku Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. 45 menit kira-kira waktu tempuh menggunakan sepeda motor.Museum Lokastithi Giri Badra pertama kali didirikan pada tahun 1990-an. Dari perencanaan awal memang telah dirancang untuk di jadikan sebuah museum. Benda-benda koleksi yang ada pun asli dari sekitar museum berada. Namun, keberadaan Museum Lokastithi Giri Badra ini baru dikenal oleh masyarakat Purbalingga setelah tahun 2000-an.Pendiri museum ini adalah Romo Mintohardjo Tjokronegoro yang dibantu oleh teman-temannya dariJakarta. Mereka memilih tempat pendirian di Purbalingga karena mereka melihat dari nama Purbalingga itu sendiri. Purba yang berarti kuno/ zaman dahulu dan Lingga itu sebuah kekuatan besar, jadi di Purbalingga masih ada banyak kekuatan yang sangat besar peninggalan orang-orang zaman dahulu yang belum terbukakeberadaannya oleh masyarakat. Dan ternyata memang benar, di Purbalingga itu sendiri banyak ditemukan batu-batu peninggalan zaman pra sejarah yang paling banyak berupa Lingga dan Yoni.Sejak pertama pendirian hingga saat ini tidak ada perubahan yang mendalam di Museum Lokastithi Giri Badra. Perubahan itu hanya perbaikan pagar keliling saja. sehingga keasrian dari awal pendirian masih terasa hingga sekarang.Dalam meningkatan kepopuleran museum di masyarakat, pengelolatidak melakukan promosi apapun. Pengunjung sendiri yang telah memperkenalkan museum kepadamasyarakat. Pengunjung yang datang biasanya menceritakan keberadaan museum kepada sesama temannya dan terkadang juga membagikan dokumentasi di jejaring sosial. Sehingga pengunjung dengan sendirinya tertarik dan mengetahui keberadaan museum ini. Sedangkan dari Dinbudparpora yang berperan sebagai Pelindung telah memperkenalkan museum ini agar menjadi tujuan wisata kepada masyarakat.Keunikan yang dimiliki terletak pada benda-benda koleksi asli dari Purbalingga yang banyak ditemukan dari daerah sekitar Cipaku. Kebanyakan Batu Lingga Yoni yang memang berasal dari orang-orang prasejarah. Kemudian ada batu Batara Ghana yang biasa dikenal Ganesha. Dan juga patung Dewa Wisnu pemberian dari Nakhoda Dewa Ruci.Perawatan benda-benda koleksi museum sangat mudah. Hanya membersihkan secara rutin dan  menjaga serta melestarikannya. Jumlah pengunjung juga semakin banyak. Bahkan kebanyakan pengunjung datang dari daerah Yogyakarta, Cirebon, dan Bandung.Pihak pengelola memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Walaupun fasilitas yang ada belum lengkap. Pengelola juga menyediakan pendapa yang tersedia juga alat-alat gamelan. Setiap malam satu sura Pengelolamengadakan syukuran Suraan yang pesertanya menggunakan pakaian adat kejawen.Hambatan yang dihadapi dalam pendirian museum hanya di awal pendirian. Saat itu pengelola mengalami kesulitan perizinan dari Dinbud Purbalingga. Walaupun sudah mendapatkan rekomendasi dari Dinbud pusat di Jakarta dan Pengelolan Kepurbakalaan Prambanan.Masyarakat sekitar museum pada awalnya mengalami  kesalahpahaman dengan pengelola. Masyarakat beranggapan jika pengelola museum menyembah berhala dan batu. Karena pengelola masih menggunakan adat Kejawen. Tetapi setelah pengelola luruskan,akhirnya masyarakat dapat menerimanya.Untuk keunikan yang Museum Lokastithi Giri Badra miliki yaitu pada benda-benda koleksi. Kita memiliki benda-benda koleksi aslidari Purbalingga yang berupa BatuLingga Yoni peninggalan manusia prasejarah. Tempat disini pun rindang dengan ada pohon beringin, dan kita menempatkan benda-benda koleksi secara outdoor.